Alami Serangan Panik, Berikut Gejala dan Faktor Risiko yang Perlu Anda Tahu

Ketika seseorang mengalami kondisi serangan panik dan juga kecemasan, maka hal tersebut akan membuat penderitanya menjadi cemas. Tak jarang, seseorang akan mengalami kondisi panik setengah mati pada kondisi tertentu. Sehingga tubuh pun akan bereaksi, mulai dari gemetar, keringat bercucuran hingga kesulitan untuk bernafas. Untuk itu, bagi anda yang masih bingung akan kondisi satu ini, ada baiknya anda menyimak ulasan berikut.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Panic Attack

  1. Apa yang Dimaksud Dengan Panic Attack

Kondisi panik satu ini sering kali terjadi tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Selain itu, kondisi ini pun bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, bahkan ketika pengidapnya sedang tertidur. Terkadang yang terjadi dalam beberapa kasus, penderitanya percaya bahwa ia sedang mengalami serangan jantung dan beranggapan gila hingga mati ketika mengalami serangan terebut.

Berdasarkan seorang ahli dari Outpatient Behavioral Helath Services yang ada di Henry Ford Hospital, Amerika Serikat mengatakan bahwa serangan panik biasanya akan terjadi secara spontan. Dimana kejadian tersebut bukanlah sebuah reaksi dari situasi yang tertekan. Untuk pengertiannya sendiri dapat dikatakan bahwa kejadian ini merupakan rasa cemas dan khawatir yang berlebihan sehingga tidak dapat dikendalikan.

  1. Mengenal Faktor Risiko Dari Panic Attack

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab dari kondisi ini. Akan tetapi, bagi seseorang yang memiliki kondisi biologis yang rentan akan cenderung mengalami serangan satu ini. Sering kali kondisi panik tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan di dalam hidup. Contohnya saja seperti memiliki anak di luar rencana, perceraian dan juga lain sebagainya.

Faktor lain yang bisa menjadi pemicu terjadinya serangan panik antara lain terjadinya perubahan yang berdampak pada fungsi otak. Selain itu, faktor genetik akan adanya gejala ini dalam sebuah keluarga juga bisa menjadi salah satu pemicu. Tak hanya itu saja, mengalami stres yang berlebihan juga bisa menjadi hal yang dapat memicu terjadinya panic attack.

Merokok dan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein secara berlebihan juga bisa menjadi salah satu hal yang menjadi faktor meningkatnya risiko terkena serangan ini. Memiliki temperamen yang rentan terpengaruh akan stres dan emosi negatif, pernah menggunakan obat obatan terlaang hingga pernah mengalami kecemasan juga menjadi salah satu hal yang bisa menjadi pemicu.

  1. Gejala yang Timbul Pada Penderita Panic Attack

Panic Attack tentu saja akan memiliki gejalanya tersendiri. Tidak hanya ditandai dengan panik dan rasa cemas yang berlebihan, ada pula beberapa gejala lain yang menyertainya. Sebut saja seperti gemetaran, berkeringat secara berlebihan, kram perut hingga sakit dada dan mengalami rasa deg deg an serta gelisah yang berlebihan. Hal tersebut merupakan beberapa gejala yang sering kali terjadi.

Selain itu, juga bisa ditandai dengan timbulnya rasa dan mengalami situasi yang tidak nyata. Terkadang pun penderita juga merasa adanya kilatan hawa dingin dan panas yang serupa dengan demam. Untuk itu, bagi anda yang mengalami kondisi demikian lebih baik segera berkonsultasi kepada dokter dengan menggunakan fitur Halodoc yang tersedia. Sehingga kondisi demikian akan dapat diatasi dengan segera.

Gangguan panik bukanlah hal yang bisa anda remehkan begitu saja. Selain itu, untuk membedakan apakah seseorang terkena panic attack atau ganggun kecemasan memang bukan hal yang tidk mudah. Untuk itu, apabila anda mendapati orang terdekat anda mengalami gejala demikian maka lebih baik segera berdiskusi dengan dokter ataupun ke rumah sakit tenaga profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *