Berita Internasional Antara Qatar Dan Rusia


Berita / Wednesday, August 15th, 2018

Berita Internasional dari Qatar dan Rusia membahas jual beli Systems S-400 meskipun ada ancaman penyerangan oleh Arab Saudi. Para petinggi Qatar dan rusia telah mengatakan pembahas pembelian sistem pertahanan rudal S 400 dengan Presiden Vladimir Putin sudah disepakati dengan sesuai procedural politik situasi saat ini. Memang benar kami mendiskusikannya, kami membicarakannya, kata Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani pada konferensi pers di Paris pada hari Jumat setelah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Saya tidak ingin merincinya, katanya.

Berita Internasional

Akan tetapi Raja bertemu untuk terakhir kalinya dengan Putin di Moskow pada bulan Maret dan dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan dia lagi selama tahap akhir Piala Dunia di Rusia. Arab Saudi, yang terlibat dalam pertikaian diplomatik yang intens dengan Qatar sejak tahun lalu, juga telah menandatangani kontrak dengan Moskow untuk membeli sistem rudal permukaan ke udara. Kedua pihak menandatangani kontrak selama kunjungan ke Moskow oleh Raja Saudi Salman pada Maret 2017.Bulan lalu, surat kabar Perancis Le Monde mengutip King Salman sebagai “perhatian yang penting” dalam surat kepada Presiden Macron tentang kemungkinan Qatar membeli sistem rudal S-400.

Dia bahkan telah memperingatkan bahwa Riyadh “akan siap untuk mengambil semua langkah yang diperlukan, termasuk tindakan militer, untuk menghilangkan sistem pertahanan ini” jika Qatar membelinya. Dalam Berita Internasional terkini Ini bisa dilihat sebagai ancaman perang oleh Qatar. Sebagai tanggapan, media mengutip duta besar Qatar di Moskow, Fahad bin Mohammed al-Attiyah, mengatakan bahwa dunia tidak akan hidup tanpa¬† ancaman dari hukum rimba”. Matamatapolitik memuat berita semacam ini yang paling actual dan terdepan. Reaksi duta besar Qatar untuk Moskow, Fahad bin Mohammed al-Attiyah, muncul setelah laporan bahwa Raja Saudi Salman telah mengancam aksi militer “untuk melenyapkan sistem pertahanan ini.”

Berita Internasional pada bulan Juni lalu, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Arab Saudi mendadak sekali dalam memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan embargo ekonomi terhadap negara itu, menuduh negara itu mendukung terorisme, klaim yang ditolak keras oleh Doha. Selanjutnya, keempatnya mengajukan daftar 13 tuntutan ke Thailand sebelum mengakhiri blokade, termasuk pengurangan hubungan dengan Iran, penutupan pangkalan militer Turki di Qatar dan penutupan televisinya Al Jazeera. Doha menolak tuntutan tersebut sebagai serangan terhadap kedaulatan dan campur tangan mereka dalam urusan internal mereka. Inilah salah satu sajian berita actual di matamatapolitik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *