Panen Pahala ala Joko Widodo

Presiden Joko Widodo memang kerap di fitnah. Lalu apa yang akan dilakukan seseorang yang kerap dihujat atau bahkan difitnah terkait hal-hal privasinya? Sedih? Marah? Atau malah balik menghujat?

Joko Widodo

Hujatan, cacian hingga fitnah memang tak pernah lepas dari kehidupan anak Adam di muka bumi. Termasuk jika statusmu sebagai seorang Presiden sekalipun. Bagi para penghujat, hal-hal baik apapun yang dilakukan pasti hanya dipandang sebelah mata. Dihujat lagi, difitnah, dihancurkan, segala macam cara.

Namun bagi seorang Joko Widodo, Presiden ke-7 RI, nampaknya hujatan dan fitnah yang dilayangkan padanya hanya dianggap pelebur dosa. Sepele memang, tapi dampaknya luar biasa bagi ketentraman hidupnya. Bayangkan jika dari 264 juta jiwa penduduk Indonesia, ada 1 juta jiwa yang menghujat atau menyebarkan fitnah, bukankah itu berarti mereka justru sedang memberikan pahalanya kepada orang yang menjadi sasaran?

Selama 4 tahun menjabat sebagai pemimpin negara berkembang yang berpenduduk ratusan juta jiwa dan tersebar di pulau-pulau yang saling terpisah, Joko Widodo tak pernah sekalipun terlihat murka atau mengumbar amarahnya di depan publik. Bukan berarti tak pernah marah, namun tentunya tak pantas diperlihatkan kepada masyarakat.

Saking jarangnya marah di hadapan publik, wajar jika banyak orang merasa kaget apabila pria berkharisma nan tampak kalem ini menunjukkan amarahnya. Seperti ketika mantan Walikota Solo itu menumpahkan kekesalannya atas kinerja investasi dan ekspor yang dinilai loyo, di hadapan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM), Thomas Lembong, dan para peserta Rakornas BKPM beberapa waktu lalu.

Kala itu, tutur Thomas, Jokowi membandingkan kinerja investasi dan ekspor Indonesia yang dinilai sangat jauh tertinggal dari negara tetangga. Namun apa yang dikeluhkan dan menjadi sumber kemarahan kepala negara, dinilainya merupakan fakta yang tidak dapat dibantah. Di mana kenyataannya, kita masih harus berbenah untuk mengoptimalkan investasi dan ekspor.

Rasanya tak salah jika dikatakan bahwa bapak 3 anak dan kakek dari 2 cucu itu adalah pribadi yang sangat bersahaja. Meskipun mempunyai hobi yang tak lazim, yakni mendengarkan musik metal dan mengendarai motor Chopper, Joko Widodo merupakan seorang pria yang memiliki kesabaran. Dalam berbagai wawancara media, Iriana, Sang Istri, mengungkapkan bahwa suaminya adalah sosok yang sangat apa adanya, meskipun bukan pria yang romantis. Selama 31 tahun pernikahan, rumah tangga mereka tergolong adem ayem, dan sudah seharusnya menjadi panutan bagi siapa saja yang baru memulai rumah tangga.

Kesabaran itu pula yang membawa Joko Widodo, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, menjadi pemimpin negara. Setelah berhasil membangun Kota Solo pada rentang tahun 2005-2012, Ia kemudian ditunjuk oleh PDI-Perjuangan pada tahun 2012 lalu untuk bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Puncaknya, setelah dua tahun memimpin Jakarta, Joko Widodo memberanikan diri untuk maju dalam Pilpres 2014 silam, berpasangan dengan Jusuf Kalla yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2004-2009.

Keputusannya untuk maju dalam Pilpres 2014 dan meninggalkan tampuk kepemimpinan di ibukota negara, menjadi pemicu munculnya banyak hujatan yang tak jarang berujung pada fitnah. Ia dinilai tidak serius dan hanya menjadikan jabatan tersebut sebagai batu loncatan untuk maju dalam bursa pemilihan presiden. Namun meskipun dihujat, 4 tahun terakhir Joko Widodo membuktikan dirinya layak sebagai seorang Presiden, yang dikenal sangat sederhana dan dekat dengan wong cilik.

Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *